1 Banyak dari kita hanya melihat hasil akhir dari kesuksesan mendapat beasiswa
( Semua tidak Instan, semua memerlukan proses)
Waktu malam dan siang, teman kamu tidak kamu ketahui, kesibukan dia mengasah, berlatih, belajar dan menabung menjadikan dia semakin kuat dan terencana. Perencanaan matang dalam mengejar impan menghantarkan dia sukses mendapat yang dia impikan dengan diperhalus jalannya oleh doa dari orang tua dan berdoa kepada Allah SWT.
2. Rasa Pesimis (Saya tidak mungkin bisa atau mereka hanya beruntung mendapat beasiswa itu)
Dia aja bisa kenapa saya tidak!Saya pasti bisa
Banyak cerita banyak bukti nyata, mereka yang mendapat kesempatan sekolah tinggi banyak dari teman teman yang sering kalian lihat dahulu pergi kesekolah dengan sepeda. Bisa juga anak yang kesekolah dengan berjalan kaki. Bisa juga anak yang kalian anggap dulu di kelas tidak terlalu menonjol sekarang memiliki kemapuan melebihi Anda.
3. Kita melihat apa yang “telah” diperoleh tanpa mengetahui jalan mereka mendapat beasiswa / scholarship
Tetap Semangat
Si Akang sudah di UK saja, Si Sista sudah di Australia saja, Si Bro udah di Pertamina saja, tapi itu hanya puncak yang kamu lihat. Kamu tidak melihat lereng perjuangan mereka. Tidak ada sukses yang instan.
4. Semua itu atas perjuangan dan usaha mereka
Berusaha dan berdoa merupakan salah satu kuci sukses mereka. Pendidikan merupakan jembatan kesusksesan tapi pendidikan tidakmenjamin sukses hidup. Dengan pendidikan tinggi pula memberikan kamu lebih banyak pilihan dan kesempatan hidup.
5. Ditolak berkali kali
Para pelamar beasiswa pasti banyak telah ditolak berkali-kali. Bahkan mungkin terus mencoba dari tahun ke tahun berbagai macam beasiswa.
6. Semua sakit hati atas penolakan itu
Jika tidak diterima mungkin ada rasa sakit hati disebagian orang. Tapi berjiwa besar dan berlapang dada dalam hal ini. Terus berfikir positif dan terus mencoba, ingat bahwa Allah SWT selalu bersama orang orang yang beriman, sabar dan berusaha.
7. Semua ujian yang telah dilalui
Management Waktu
Mereka berfikir bahwa semua ujian telah dilalui setelah mendapat beasiswa, akan tetapi masih banyak ujian yang akan menghadapi.
8.Kritik, hujatan, cacian yang telah diterima dari para haters.
Pernah berfikir tidak bahwa mereka yang melamar beasiswa banyak yang mendapat hujatan cacian dan kritik. Banyak kasus yang telah diterima bermasalah dalam tes kesehatan atau izin, tidak menutup kemungkinan mereka akan tidak berangkat. Budaya negatif bully masih melekat diantara mereka. Tidak semestinya mereka mendapat bully-an karena mereka telah berusaha dan mempunyai mimpi untuk pendidikan tinggi.
Tetap tegar!
Coba terus dan coba
#Iya Kang budaya bully makin menjadi, padahal itu ga baik..
+Iya jangan menghina orang, itu ga baik bahkan bisa berujungg dosa, padahal itu bukan budaya bangsa kita ya, emang dahulu waktu berjuang lawan penjajah pada bully penjajah (VOC, dkk )…
#Menurutku Kang itu budaya penjajah buat melemahkan semangat juang pemuda.
+Iya Bro, Bangsa ini dibangun dengan semangat dan optimis! Stop Bully
9. Saat tabungan mereka habis terpakai untuk belajar atau tes bahasa
Tidak sedikit uang yang digunakan untuk tes atau les bahasa. Waktu les yang tidak singkat, nilai dan latihan yang terus diulang. Semua itu adalah proses yang juga dilalui.
10. Perbedaan mereka yang sukses dan gagal
Gagal jangan ajak ajak, malas aja kamu sendiri
Perbedaan ini sangat mencolok mereka yang optimis akan berusaha terus menerus, terus mencoba, mengisi, mengirim formulir pendaftaran. Tapi mereka yang gagal akan berkata, itu keberuntungan mereka atau sudahlah saya menyerah akan beasiswa.
11.Bahwa kesempatan sukses itu dengan mencoba dan mencoba
Focus
Dengan banyaknya informasi yang bertebaran di Internet, kemudahan dan kemudahan yang ada. Tidak ada salahnya terus mencoba dan mencoba. Bisa jadi saat formulir terakhir yang kamu isi disanalah kamu akan diterima.
12. Mereka yang bekerja keras tidak membuang waktu mereka

0 komentar:
Posting Komentar